#SIP

SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI

images (3)

A. Pengertian Sistem

Menurut Sidharta (1995) sistem adalah himpunan dari bagian-bagian yang saling berhubungan, yang secara bersama mencapai tujuan-tujuan yang sama.

Davis (dalam Hutahaean, 2014) menjelaskan suatu sistem secara fisik adalah kumpulan dari elemen-elemen yang beroperasi bersama-sama untuk menyelesaikan suatu sasaran

Indrajit (2001) mengemukakan bahwa sistem adalah kumpulan-kumpulan dari komponen-komponen yang memiliki unsur keterkaitan antara satu dengan lainnya.

Menurut Gerald (dalam Hutahaean, 2014) sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu.

Menurut Jogiyanto (2005) sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Sistem ini menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan yang nyata, seperti tempat, benda dan orang-orang yang betul-betul ada dan terjadi.

Berdasarkan penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa sistem merupakan seperangkat unsur yang saling terkait antar relasi diantara unsur-unsur tersebut dalam keadaan saling tergantung satu sama lainnya untuk mencapai tujuan tertentu. Contoh nyata seperti sistem pernafasan dalam tubuh manusia, atau sistem yang ada di komputer.

B. Karakteristik Sistem

Menurut Hutahaean (2014) supaya sistem dapat dikatakan sistem yang baik memiliki karakteristik yaitu:

  1. Komponen Sistem

Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen-komponen yang saling berinteraksi, yang artinya saling bekerja sama membentuk satu kesatuan. Suatu komponen sistem terdiri dari komponen yang berupa subsistem atau bagian-bagian dari sistem.

  1. Batasan Sistem (boundary)

Daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lain atau dengan lingkungan luarnya. Batasan suatu sistem menunjukkan ruang lingkup dari sistem tersebut.

  1. Lingkungan Luar Sistem

Suatu sistem yang ada di luar dari batas sistem yang dipengaruhi oleh operasi sistem. Lingkungan dapat bersifat menguntungkan yang harus tetap dijaga dan yang merugikan harus dikendalikan, kalau tidak akan mengganggu kelangsungan hidup dari sistem.

  1. Penghubung Sistem (Interface)

Media penghubung antara suatu subsistem dengan subsistem lain. Melalui penghubung ini memungkinkan berbagai sumber daya mengalir dari suatu subsistem ke subsistem lainnya.

  1. Masukan Sistem (Input)

Energi yang dimasukkan ke dalam sistem, berupa perawatan (maintenace input) dan masukkan sinyal (signal input). Maintenace input adalah energi yang dimasukan supaya sistem tersebut dapat beroperasi. Signal input adalah energi yang diproses untuk didapatkan keluaran.

  1. Keluaran Sistem (Output)

Hasil energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan.

  1. Pengolahan Sistem

Suatu sistem menjadi bagian pengolah yang akan mengubah masukan menjadi keluaran.

  1. Sasaran Sistem

Suatu sistem pasti memiliki tujuan atau sasaran. Sasaran dari sistem sangat menentukan input yang dibutuhkan sistem dan keluaran yang akan dihasilkan.

C. Pengertian Informasi

Dalam kehidupan sehari-hari kita sangat membutuhkan informasi. Pada zaman sekarang ini dimana dunia sudah tidak ada batasan sehingga dengan mudah untuk mengakses informasi apapun. Sumber informasi adalah data. Data itu berupa fakta kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan nyata. Kemudian data tersebut diolah melalui suatu metode untuk menghasilkan informasi, penerima menerima informasi tersebut, membuat suatu keputusan dan melakukan tindakan, yang kemudian menghasilkan suatu tindakan yang lain yang akan menimbulkan sejumlah data kembali.

Bodnar (2000) menyatakan informasi adalah data yang sudah diolah sehingga data tersebut bisa dijadikan sandaran dalam mengambil keputusan yang tepat.

Menurut Davis (dalam Hutahaean, 2014) informasi adalah data yang telah diolah menjadi suatu bentuk yang penting bagi si penerima dan mempunyai nilai nyata atau yang dapat dirasakan dalam keputusan-keputusan yang sekarang atau keputusan-keputusan yang akan datang.

Jogiyanto (2005) informasi adalah hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian – kejadian nyata yang digunakan untuk pengambilan keputusan.

Sidharta (1995) berpendapat bahwa informasi adalah data yang disajikan dalam bentuk yang berguna untuk membuat keputusan.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa pengertian informasi adalah data yang diolah menjadi suatu bentuk yang penting bagi si penerima dan mempunyai nilai yang nyata yang dapat dirasakan dalam menentukan keputusan-keputusan yang tepat.

ecb3dccd1fe46361806bdc6d0aefcd3d

D. Kualitas Informasi

Menurut Kusrini & Koniyo (2007) informasi yang berkualitas memiliki 3 kriteria, yaitu:

  1. Akurat, yaitu informasi harus bebas dari kesalahan, tidak bias ataupun menyesatkan. Akurat juga berarti bahwa informasi itu harus dapat dengan jelas mencerminkan maksudnya.
  2. Tepat pada waktunya, yaitu informasi yang datang pada penerima tidak boleh terlambat. Di dalam pengambilan keputusan, informasi yang sudah usang tidak lagi bernilai. Bila informasi datang terlambat sehingga pengambilan keputusan terlambat dilakukan, hal itu dapat berakibat fatal bagi perusahaan.
  3. Relevan, yaitu informasi yang disampaikan harus mempunyai keterkaitan dengan masalah yang akan dibahas dengan informasi tersebut. Informasi harus bermanfaat bagi pemakainya. Di samping karakteristik, nilai informasi juga ikut menentukan kualitasnya. Nilai informasi (value of information) ditentukan oleh dua hal, yaitu manfaat dan biaya untuk mendapatkannya. Suatu informasi dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih besar dibanding biaya untuk mendapatkannya.

E. Pengertian Psikologi

Gardner (dalam Sarwono, 2009) mengemukakan psikologi adalah ilmu yang mempelajari respons yang diberikan oleh makhluk hidup terhadap lingkungannya.

Riyanti & Prabowo (1999) psikologi berasal dari bahasa Yunani Kuno yaitu psyche berarti jiwa dan logos berarti pengetahuan, dalam arti bebas psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang jiwa/mental. Psikologi tidak mempelajari jiwa/mental itu secara langsung karena sifatnya yang abstrak, tetapi psikologi membatasi pada manifestasi dan ekspresi dari jiwa/mental tersebut yakni berupa tingkah laku dan proses atau kegiatannya, sehingga Psikologi dapat didefinisikan sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku dan proses mental

Morgan (dalam Sarwono, 2009) berpendapat bahwa psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia dan hewan

Menurut Muhibbin (2001) psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku terbuka dan tertutup pada manusia baik sebagai individu maupun kelompok dalam hubungannya dengan lingkungan.

Berdasarkan pengertian tersebut maka dapat disimpulkan psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku manusia, baik sebagai individu maupun dalam hubungannya dengan lingkungannya. Tingkah laku tersebut berupa tingkah laku yang tampak maupun tidak tampak, tingkah laku yang disadari maupun yang tidak disadari.

F. Sistem Informasi Psikologi

Brain-Vs-Computer6

Berdasarkan pengertian dari berbagai tokoh diatas, dapat disimpulkan bahwa sistem informasi psikologi adalah suatu sistem dalam suatu organisasi yang bertugas mengumpulkan, mengolah, menyimpan data dan menyelidiki pengalaman dalam sensasi dan perasaan sehingga menjadi informasi lewat serangkaian cara untuk meningkatkan produktivitas yang sesuai dengan kondisi mental organisme dan lingkungan eksternal. Dengan kata lain, sistem informasi psikologi adalah suatu sistem yang di dalamnya terdapat kombinasi antara manusia dan teknologi yang dimaksudkan mengolah data mengenai perilaku sehingga menghasilkan informasi yang dapat digunakan untuk tujuan tertentu.

Suatu sistem terintegrasi yang mampu menyediakan informasi yang bermanfaat bagi penggunanya. Ada juga yang menyebutkan sebuah sistem terintegrasi atau sistem manusia-mesin, untuk menyediakan informasi untuk mendukung operasi, manajemen dalam suatu organisasi. Secara umum, bisa disimpulkan bahwa sistem informasi psikologi adalah sebuah sistem yang digunakan untuk mendapatkan informasi-informasi yang berhubungan dengan psikologis. Contoh nyatanya seperti tes-tes psikologi yang dulu diberikan secara manual sudah bisa dikomputerisasi seperti Papikostik, hal ini merupakan kerjasama antar bidang ilmu komputer dan psikologi yang pada akhirnya bermanfaat untuk peningkatan kualitas tes psikologi itu sendiri.

 

 

Daftar Pustaka

Bodnar. (2000). Sistem informasi akutansi. Jakarta: Salemba Empat

Hutahaean, J. (2014). Konsep sistem informasi. Yogyakarta: Deepublish

Indrajit. (2001). Analisis dan perancangan sistem berorientasi object. Bandung: Informasi

Jogiyanto. (2005). Analisa dan desain sistem informasi. Yogyakarta: Andi Offset

Kusrini & Koniyo, A. (2007). Tuntutan praktis membangun sistem informasi akuntansi dengan visual basic dan Microsoft SQL server. Yogyakarta: Penerbit Andi

Muhibbin, S. (2001). Psikologi belajar. Jakarta: Logos Wacana Ilmu

Riyanti, B.P.D & Prabowo, H. (1999). Psikologi umum. Jakarta: Universitas Gunadarma

Sarwono. (2009). Psikologi sosial. Jakarta: Salemba Humanika

Sidharta, L. (1995). Pengantar sistem informasi bisnis. Jakarta: PT Elex Media Komputindo

 

 

Sebelum masuk pada pembahasan selanjutnya, di bawah ini saya tampilkan video mengenai arsitektur komputer:

 

ARSITEKTUR KOMPUTER DAN KOGNISI MANUSIA

A. Arsitektur Komputer

Menurut Kowi (2016) perkembangan teknologi telah berubah secara drastis sejak munculnya komputer pertama pada tahun 1940-an. Akan tetapi kebanyakan komputer saat ini, masih menggunakan arsitektur komputer yang diusulkan oleh John Von Neumann pada tahun 1940-an, yakni arsitektur Von Neumann.

Menurut Setyawan dan Riadi (2013), arsitektur komputer lebih cenderung pada kajian atribut-atribut sistem komputer yang terkait dengan seorang programmer.

Arsitektur komputer juga dapat didefinisikan dan dikategorikan sebagai ilmu dan sekaligus seni mengenai cara interkoneksi komponen-komponen perangkat keras untuk dapat menciptakan sebuah komputer yang memenuhi kebutuhan fungsional, kinerja, dan target biayanya. Arsitektur computer memungkinkan manusia untuk membuat piranti keras dan lunak yang memudahkan manusia untuk berkomunikasi dengannya.

Selain mengerjakan tugas, komputer juga dapat digunakan untuk hal digital lainnya seperti game, musik, dan video. Komputer sudah menjadi kebutuhan masyarakat di era globalisasi ini. Bagaimana upaya agar teknologi-teknologi baru ini tetap diminati masyarakat dan teknologi ini lebih nyaman bagi masyarakat. Hal ini tidak lepas dari ‘Arsitektur Komputer’ itu sendiri.

Isaacson (2015) mengatakan bahwa John Von Neumann sedang menjajal  tantangan kecerdasan buatan tidak lama sebelum meninggal pada 1957. Karena pernah membantu merancang arsitektur komputer digital modern, Von Neumann menyadari arsitektur otak manusia berbeda secara fundamental dengan struktur komputer. Komputer digital mengolah unit yang presisi, sedangkan otak, sejauh pemahaman kita, juga merupakan sistem analog, yang mampu memproses sekian banyak spektrum kemungkinan.

Dengan kata lain, mental manusia memproses banyak sinyal dan gelombang analog dari beragam syaraf untuk memproduksi bukan hanya data ‘ya’ dan ‘tidak’ melainkan juga jawaban seperti ‘barangkali’ , ‘kemungkinan besar’ , dan ‘tidak tahu’. Menurut Von Neumann, masa depan komputer pintar barangkali terletak bukan pada pendekatan digital murni, melainkan ‘prosedur campuran’ yang memadukan metode digital dengan analog.

‘Logika harus melalui pseudomorfosis ke neurologi’ ucap Von Neumann.

Jika diterjemahkan secara sederhana maksudnya ialah komputer harus dibuat lebih menyerupai otak manusia.

Kowi (2016) mengatakan bahwa arsitektur Von Neumann, menggambarkan komputer dengan empat bagian utama, yakni Unit Aritmatika dan Logika (ALU), Unit Kontrol, Penyimpanan atau Memori, dan Alat Masukan atau Alat Keluaran atau Hasil (I/O). Keterhubungan setiap bagian komputer adalah melalui Berkas Kawat (Bus).

Adapun tahapan-tahapan kerja komputer secara sederhana adalah sebagai berikut:

  1. Pemasukan (Input)

Tahap input merupakan tahap awal dari proses pengolahan yang terjadi pada sistem komputer. Tahap ini berupa pemasukan data mentah ke dalam sistem komputer melalui input device.

  1. Pemrosesan (Process)

Pada tahap ini, data yang telah dimasukkan melalui peralatan input tadi akan diproses. Tahap proses ini dilakukan oleh processing device yaitu pada control processing unit (CPU). Yang mana CPU ini dapat melakukan fungsi perhitungan dan logika untuk perbandingan (ALU) dan juga mengontrol (CU). Pada tahap ini, data yang masih mentah tadi diproses sedemikian rupa sehingga data tersebut siap dicetak menjadi informasi yang lebih bermanfaat.

  1. Pengeluaran (Output)

Pada tahap ini, data yang tadinya telah dimasukkan melalui peralatan input, kemudian diproses oleh CPU akan bisa dicetak apabila sudah siap. Pencetakan ini bisa berupa hardcopy dan juga softcopy.

  1. Penyimpanan (Storage)

Tahap ini merupakan proses perekaman hasil pengolahan ke alat penyimpanan dan dapat dipergunakan kembali sebagai input untuk proses selanjutnya. Jadi, data mentah yang telah diproses tadi dapat disimpan pada media penyimpanan agar nantinya bisa digunakan kembali sewaktu-waktu.

Namun meski memiliki kelebihan-kelebihan seperti kecepatan proses, kapasitas penyimpanan dan lain sebagainya, komputer hanyalah benda atau mesin yang pada dasarnya selalu menjalankan perintah atau instruksi-instruksi tertentu.

Instruksi-instruksi yang diberikan pada komputer tentu mengandalkan adanya suatu komunikasi. Dan untuk berkomunikasi dengan komputer seseorang haruslah menguasai bahasa mesin atau bahasa pemrograman tertentu.

Dari uraian diatas, dapat disimpulankan bahwa sebenarnya arti dari arsitektur komputer itu sendiri adalah susunannya dari bagian komputer yang terkecil hingga dapat membentuk sebuah komputer yang layak untuk digunakan. Komputer diciptakan untuk membantu pekerjaan manusia. Karena itu komputer harus sesuai dengan manusia. Inilah yang membuat komputer harus terus dikembangkan. Tidak hanya artsiterktur komputer yang dibuat nyaman secara fisik untuk manusia (seperti body komputer), tetapi juga sistem di dalamnya harus sesuai dengan kognisi manusia. CPU atau otak komputer bekerja hampur serupa dengan kognisi manusia.

synapse-chip-infographic_hires_nobuttons

B. Sistem Kognisi Manusia

Menurut Neisser (dalam Solso, Maclin & Maclin, 2007), menjelaskan bahwa kognisi mengacu pada seluruh proses input sensorik diubah, dikurangi, dimaknai, disimpan, diambil kembali dan digunakan. Proses kognisi mencakup keseluruhan proses psikologis dari sensasi ke persepsi, pengenalan pola, atensi, sedaran, emosi, dan bagaimana keseluruhan hal tersebut berubah sepanjang hidup (terkait dengan perkembangan manusia) dan bersilangan dengan berbagai bidang perilaku yang beragam.

Kognisi berasal dari Istilah Latin: cognoscere, “tahu”, “untuk konsep” atau “mengenali” mengacu pada kegiatan untuk memproses informasi, menerapkan pengetahuan, dan perubahan preferensi. Kemudian kognisi dapat didefinisikan sebagai proses bagaimana manusia melihat, mengingat, belajar dan berpikir tentang informasi. Kognisi atau proses kognitif bisa alami atau buatan, sadar atau tidak sadar. Proses ini dianalisis dari perspektif yang berbeda dalam konteks yang berbeda, terutama di bidang linguistik, anastesi, neurologi, filsafat, antropologi, ilmu komputer dan psikologi.

Struktur kognitif seseorang tidak lain adalah organisasi pengetahuan faktual yang diperoleh dari lingkungan. Struktur kognitif terbentuk dari informasi lingkungan sebagai suatu stimulus dari lingkungan yang selalu berubah, maka struktur kognitif atau pengetahuanpun akan terus berkembang. Keadaan struktur kognitif yang berkembang inilah yang mungkin menjadi prasyarat bagi seseorang yang untuk mengasimilasi dan mengakomodasi pengetahuan atau informasi lain dari lingkungan sehingga struktur kognitif ini dapat memiliki kemampuan untuk berkembang.

Menurut Suyanto & Jihad (2013), kognitif adalah kepercayaan seseorang tentang sesuatu yang didapatkan dari proses berpikir tentang seseorang atau sesuatu. Proses kognitif adalah memperoleh pengetahuan dan memanipulasi pengetahuan melalui aktivitas mengingat, menganalisis, memahami, menilai, menalar, membayangkan dan berbahasa.

Kognitif adalah proses yang terjadi secara internal di dalam pusat susunan syaraf pada waktu manusia sedang berpikir. Kemampuan kognitif ini berkembang secara bertahap, sejalan dengan perkembangan fisik dan syaraf-syaraf yang berada di pusat susunan syaraf.

Dalam pekembangan selanjutnya, kemudian istilah kognitif ini menjadi populer sebagai salah satu wilayah psikologi manusia/satu konsep umum yang mencakup semua bentuk pengenalan yang meliputi setiap perilaku mental yang berhubungan dengan masalah pemahaman, memperhatikan, memberikan, menyangka, pertimbangan, pengolahan informasi, pemecahan masalah, kesengajaan, pertimbangan, membayangkan, memperkirakan, berpikir dan keyakinan. Termasuk kejiwaan yang berpusat di otak ini juga berhubungan dengan konasi (kehendak) dan afeksi (perasaan) yang bertalian dengan rasa. Menurut para ahli jiwa aliran kognitifis, tingkah laku seseorang itu senantiasa didasarkan pada kognisi, yaitu tindakan mengenal atau memikirkan situasi dimana tingkah laku itu terjadi.

Struktur kognisi manusia dapat dijelaskan dengan pendekatan perkembangan kognitif, pendekatan ini di dasarkan pada asumsi atau keyakinan bahwa kemampuan kognitif merupakan sesuatu yang fundamental dan yang membimbing tingkah laku. Pengetahuan tersebut terstruktur dalam berbagai aspeknya dan dapat dilihat dari berbagai model, salah satu model yang dijelaskan disini adalah Model Pemprosesan Informasi. Pendekatan ini merumuskan bahwa kognitif manusia sebagai suatu sistem yang terdiri atas tiga komponen:

  1. Input yaitu proses informasi dari lingkungan atau stimulasi yang masuk kedalam reseptor-reseptor panca indra dalam betuk penglihatan, suara, dan rasa
  2. Proses yaitu pekerjaan otak untuk mentransformasikan informasi atau stimulus dalam cara yang beragam
  3. Output yang berbentuk tingkah laku, seperti bicara,menulis, interaksi sosial, dan sebagainya.

Jadi, kognisi manusia itu sendiri adalah aktifitas mental yang terjadi pada saat penyimpanan informasi dan pengambilan kembali ingatan. Lebih dari itu, kognisi manusia mencakup bagaimana memperoleh dan memahami, mengembangkan, menggunakan, menilai, menalar, membayangkan, bahkan juga mentransformasi informasi atau pengetahuan.

19085656-Retro-infographic-of-education-vector-illustration-Stock-Photo

C. Kaitan Arsitektur Komputer dengan Kognisi Manusia

Menurut Von Neumann (dalam Isaacson, 2015) masa depan komputer pintar barangkali terletak bukan pada pendekatan digital murni, melainkan ‘prosedur campuran’ yang memadukan metode digital dengan analog.

‘Logika harus melalui pseudomorfosis ke neurologi’ ucap Von Neumann.

Jika diterjemahkan secara sederhana maksudnya ialah komputer harus dibuat lebih menyerupai otak manusia.

Komputer memiliki skema yang jelas yang masing-masing memiliki tugas dan fungsinya. Sama seperti halnya komputer, manusia juga memiliki skema yang jelas dengan tungas dan fungsinya yang berguna satu sama lain. Dari skema tersebut dapat diketahui bahwa komputer dapat beroperasi dengan baik jika memiliki arsitektur yang lengkap sama seperti manusia. Manusia memiliki akal sebagai kelebihan dan manusia yang menciptakan komputer-komputer canggih untuk membantu aktivitas manusia sehari-hari. Jadi semua akan berjalan dengan baik jika sesuai dengan struktur, tugas dan fungsinya.

Dikatakan bahwa kognisi manusia mencakup bagaimana manusia menyimpan informasi, ini sama dengan memory, CD-ROM drive, USB flash drive, flash card, atau floppy disk komputer (walau ingatan manusia lebih banyak dari pada memory-memory komputer). Kemudian untuk menyimpan atau mengambil informasi kita bisa menggunakan software khusus. Komputer juga bisa mentransformasi, yaitu memperbaharui informasi. Semua komponen tersebut berada dalam satu naungan disebut CPU (Central processing Unit), yang berperan untuk memproses perintah yang diberikan oleh pengguna komputer, mengelolanya bersama data-data yang ada di komputer. CPU diumpamakan sebagai otak dari komputer.

Arsitektur komputer dan struktur kognisi manusia memiliki kesamaan, yaitu tidak dapat berjalan sendiri dalam menjalankan fungsinya, tetapi sebagai satu kesatuan. Dalam hal ini erat kaitannya dengan struktur masing-masing. Dimana struktur manusia adalah suatu unsur yang saling berhubungan antara satu sama yang lain yang saling berakomodir atau saling melengkapi antara fungsi-fungsi, skema. Seperti bagian otak yang mengakomodir unsur bagian-bagian tubuh manusia yg menjadikan suatu sistem yang kompleks. Sedangkan, Arsitektur komputer adalah konsep perencanaan dan struktur pengoperasian dasar dari suatu sistem komputer. Pada dasarnya proses kognitif manusia sama dengan komputer seperti yang sudah dijelaskan diatas yaitu terdiri dari input-proses-penyimpanan-output. Sama halnya dengan membuat atau menciptakan suatu arsitektur komputer yang baik tentunya dibutuhkan ide-ide yang berasal dari pemikiran orang yang struktur kognisinya baik pula. Untuk mendapatkan struktur kognisi yang baik juga dapat dipengaruhi oleh adaptasi yang dilakukan oleh manusia dari proses-proses yang ada dalam lingkungannya.

Dalam hal ini keterkaitan antara struktur kognisi manusia dan arsitektur komputer sangatlah erat kaitannya karena komputer dan kognisi manusia mempunyai suatu kesamaan seperti menerima (receives), menyimpan (storage), menarik (retrieves), mentranformasi (transforms), dan mentransmisi informasi (transmits). Dalam mempermudah pekerjaannya manusia, melakukan berbagai upaya pengembangan teknologi untuk berbagai bidang aktivitas dan kebutuhannya. Dewasa ini teknologi yang mampu mempemudah pekerjaan manusia baik dalam bentuk pekerjaan yang mengandalkan kontribusi langsung dengan kemampuan berpikir (mengolah data dll), juga pekerjaan yang berhubungan dengan tenaga (pemograman mesin produksi) adalah komputer. Komputer dapat menyimpan dan memproses data sesuai dengan kebutuhan penggunanya, yaitu manusia. Perbedaannya adalah pengetahuan yang ada dalam otak manusia merupakan hasil dari proses perkembangan kognitif manusia tersebut. Pengetahuan bagi manusia dapat digantikan dengan nama program bila pada komputer dan program pada komputer adalah hasil ciptaan manusia.

Brain-Vs-Computer

D. Kelebihan dan Kelemahan

Solso, Maclin & Maclin (2007) menyebutkan perbandingan antara komputer tipe Von Neumann (yang sekarang biasa digunakan) dengan kognisi manusia, yaitu:

  1. Kecepatan proses
  • Komputer: dalam nano detik
  • Kognisi: dalam milidetik sampai beberapa detik
  1. Jenis
  • Komputer: Rangkaian prosesor
  • Kognisi:Prosesor paralel
  1. Kapasitas penyimpanan
  • Komputer: Sangat besar, untuk informasi berkode digital
  • Kognisi:Sangat besar, untuk informasi visual dan linguisttik
  1. Bahan-bahan
  • Komputer: Silikon dan elektronik
  • Kognisi:Neuron dan organik
  1. Kerjasama
  • Komputer: Sangat patuh
  • Kognisi:Cukup kooperatif
  1. Kemampuan belajar
  • Komputer: Sesuai aturan yang ditetapkan
  • Kognisi:Konseptual
  1. Fitur unggulan (KELEBIHAN)
  • Komputer:

– Mampu memproses data yang sangat banyak dalam waktu yang singkat

– Efisien dalam biaya

– Sudah teratur

– Mudah dirawat dan bisa ditebak

  • Kognisi:

– Mampu membuat penilaian, kesimpulan, dan penyamarataan dengan mudah

– Pergerakannya memiliki bahasa, emosi, percakapan dan vision

  1. Fitur terburuk (KELEMAHAN)
  • Komputer:

– Tidak mampu belajar sendiri dengan cepat

– Memiliki kesulitan dengan tugas kognitif manusia yang rumit (seperti pemahaman bahasa dan produksi

  • Kognisi:

– Kapasitas penyimpanan dan pemrosesan informasi yang terbatas

– Pelupa

– Cukup mahal dalam pemenuhan permintaan kebutuhan (seperti makanan, minuman, suhu udara yang sesuai sebagai tambahan atas segala kebutuhan-kebutuhan bio-psikologis lainnya).

 

Beberapa sumber lain juga menyebutkan kelebihan dan kelemahan dari komputer dan kognisi manusia, diantaranya:

Kelebihan:

Komputer

  1. Komputer dapat melakukan operasi matematika dan logika dengan sangat cepat.
  2. Komputer dapat menguji model-model kognitif dengan sumber daya ruang dan waktu yang lebih hemat.
  3. Dalam waktu yang sama, komputer dapat melakukan ribuan simulasi dan menghasilkan ribuan data, dan lain-lain

Kognisi

  1. Struktur kognisi lebih sistematis sehingga memiliki arah dan tujuan yang jelas.
  2. Banyak memberi motivasi agar terjadi proses belajar.
  3. Mengoptimalisasikan kerja otak secara maksimal.

Kelemahan:

Komputer

  1. Komputer tidak memiliki emosi seperti manusia.
  2. Komputer tidak dapat melakukan generalisasi.
  3. Komputer tidak mampu memahami pola-pola yang kompleks.
  4. Komputer tidak mampu membuat kesimpulan.
  5. Manusia lebih unggul dalam mengenali wajah, dan lain-lain.

Kognisi

  1. Membutuhkan waktu yang cukup lama.
  2. Terkadang sulit mengaplikasikannya dikehidupan sehari-hari, karena tergantung individu masing-masing dalam mengoptimalkan cara berpikir mereka.

 

 

Contoh Kasus:

Berikut contoh kasus Arsitektur Komputer dan Kognisi Manusia dalam kehidupan sehari-hari:

  • Arsitektur Komputer

Denovinsa mengerjakan tugas kuliah menggunakan laptop, mengetik tugasnya tersebut pada lembar Microsoft Word (merupakan proses input data pada komputer), kemudian setelah selesai dia menyimpannya berupa file ke laptop ataupun media penyimpanan lain seperti harddisk atau flashdisk (proses penyimpanan pada komputer). Ketika data itu diperlukan kembali, maka Denovinsa dapat mencarinya dalam media penyimpanan tadi (proses output komputer).

  • Kognisi Manusia

Ketika mengikuti kelas perkuliahan, Febriana memperhatikan dosen di depan kelas yang sedang menjelaskan materi, kemudian ia menyimpannya di short term memory. Febriana mempelajari lagi materi kuliah tadi saat tiba di rumah, sehingga informasi yang diterima diulang (diperkuat) dan tersimpan pada long term memory. Lalu pada saat ada ujian, ia mengingat kembali.

Jadi dapat disimpulkan bahwa struktur kognitif manusia adalah proses-proses mental atau berpikir yang terjadi pada diri manusia itu sendiri, dimana manusia memiliki kontrol terhadap proses berpikirnya, sedangkan arsitektur komputer yang menciptakan adalah manusia, manusia lah yang membuat program, manusia yang membuat pola dari sistem komputer tersebut maka komputer akan menjalankan sesuai dengan yang diperintahkan manusia saja. Tujuan arsitektur komputer dibuat untuk memudahkan manusia dalam menggunakan komputer. Hal ini terkait dengan proses koginif manusia dalam mengingat informasi sehingga jika dipersatukan, maka akan timbul suatu hubungan timbal balik yang sangat menguntungkan pada keduanya.

Dijelaskan juga bahwa, pandangan kognitif dalam bidang informasi dianggap berbeda dari pandangan kognitif tentang kerja otak manusia. Dalam konteks informasi, pandangan kognitif menekankan pada pengembangan model pemrosesan informasi dalam kerja otak dan kesadaran manusia. Sedangkan arsitektur komputer dapat didefinisikan dan dikategorikan sebagai ilmu dan sekaligus seni mengenai cara interkoneksi komponen-komponen perangkat keras untuk dapat menciptakan sebuah komputer yang memenuhi kebutuhan fungsional, kinerja, dan target biayanya. Struktur kognisi manusia merupakan bagian atau komponen yang terstruktur dalam otak manusia yang memberi pengetahuan berdasarkan sistem, skema, adaptasi, asimilasi dan akomodasi yang membentuk suatu kematangan dan pengalaman otak dalam menjalankan kehidupan sosial bagi seorang manusia.

 

 

Daftar Pustaka

Isaacson, W. (2015). The Innovators. Yogyakarta: Bentang

Kowi, E. M. (2016). Dasar-dasar pemrograman pascal. Jakarta: Guepedia

Setyawan, A & Riadi, I. (2013). Aplikasi multimedia pembelajaran tentang memori menggunakan adobe flash. Jurnal Sarjana Teknik Informatika. Vol.1, No.1, Yogyakarta: Universitas Ahmad Dahlan

Solso, R. L., Maclin, O. H & Maclin, M. K. (2007). Psikologi Kognitif. Jakarta: Erlangga

Suyanto & Jihad, A. (2013). Menjadi guru professional strategi meningkatkan kualifikasi dan kualitas guru di era globalisasi. Jakarta: Esensi Erlangga Group

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s