Psikologi Manajemen: MSDM

Nama   : Febriana Denovinsa

NPM   : 14514114

Kelas   : 3PA11

Masalah MSDM (Psikologi Manajemen)

Masalah Manajemen Sumber Daya Manusia: Kasus Masalah Eksternal

Nokia Dulu HP Sejuta Umat Kini HP Sepi Peminat

Pada akhir 1990an hingga awal tahun sekitar tahun 2008, ponsel Nokia seolah menjadi ponsel sejuta umat. Terutama di Indonesia, Nokia mengalahkan para pesaingnya seperti Siemens, motorola, samsung dan lain-lain. Pun juga di kancah dunia, Nokia terbukti menjadi produsen ponsel terbesar.

Namun seiring munculnya iPhone dari Apple dan ponsel berbasis Android, Nokia kini mulai tenggelam. Terlebih dengan munculnya raksasa ponsel baru dari Kanada, Research in Motion dengan ponsel BlackBerrynya.

Nampaknya Nokia kehilangan semangat untuk mencoba menciptakan teknologi baru jika dibandingkan dengan para pesaingnya tersebut. Terbukti, dari berbagai survey pasar, para konsumen cenderung memilih ponsel Android, BlackBerry maupun iPhone. Ketiga ponsel tersebut selalu menempati posisi tiga besar dari berbagai survey yang dilakukan oleh beberapa pihak.

Lalu bagaimana dengan ponsel dari Nokia. Perusahaan dari Finlandia ini kini seolah tengah ditinggalkan para konsumennya. Mereka tengah berduka. Dulu Nokia yang membanggakan OS mobile Symbian, kini mulai meninggalkannya. Mereka pun beralih untuk menggunakan OS dari Microsoft, Windows Phone Mobile.

Tak cukup dengan hal tersebut, Nokia kini juga tengah melakukan efisiensi besar-besaran. Menurunnya tingkat penjualan, nampaknya mulai mempengaruhi kondisi ekonomi Nokia. Terbaru mereka melakukan pemecatan secara besar-besaran terhadap 3500 pegawainya. Padahal pada awal tahun ini, mereka juga melakukan langkah serupa terhadap 6800 peneliti dan pegawai mereka lainnya.

Bayangkan saja, tingkat penjualan ponsel Nokia kini ‘hanya’ 97,87 juta unit pada quarter kedua, menurun jika dibandingkan dengan tahun lalu yang mencapai 111,47 juta unit. Dengan jumlah penjualan tersebut, mereka hanya meraih 22,8 persen market share, turun dari 30,3 persen. Tak hanya itu, OS Symbian juga mengalami hal serupa, meraih 22,1 persen market share pada quarter 2, turun drastis dari 40,9 persen pada tahun lalu.

Entah langkah apalagi yang harus dilakukan oleh Nokia untuk tetap dapat bersaing dengan RIM, Apple, maupun Ponsel Android. Terbaru, mereka dirumorkan akan mengembangkan sistem operasi baru yang berbasiskan Linux dan ditujukan untuk ponsel low end. Namun apakah hal ini cukup untuk mengembalikan kedigdayaan ponsel Nokia?

https://www.beritateknologi.com/nokia-dulu-hp-sejuta-umat-kini-hp-sepi-peminat/



Analisa kasus dan solusi

Sejak 1990an, Nokia menguasai pasar ponsel dunia, termasuk pasar Indonesia, baik pasar bawah, menengah, maupun pasar premium. Berbagai produk Nokia yang diluncurkan amat ditunggu-tunggu oleh penggemar ponsel pintar, antara lain Nokia Communicator, yang memungkinkan penggunanya mengetik dengan keyboard, mengirimkannya melalui surat elektronik, bahkan mengirim dokumen dalam bentuk faksimile. Nokia menjadi simbol prestise kelas menengah di berbagai belahan dunia.

Namun, memasuki awal tahun 2000-an, Nokia mulai mendapat pesaing berat. Dalam enam tahun terakhir, penjualan Nokia menurun 40 persen setelah perusahaan Kanada, RIM, merilis Blackberry dan perusahaan Amerika Serikat, Apple, merilis iPhone dan iPad dengan sistem operasi iOS. Sementara Google memperkenalkan sistem operasi Android yang digunakan pada berbagai ponsel pintar di bawah merek, antara lain, Samsung dan LG.

Ketika makin banyak pengguna ponsel menyukai sistem operasi iOS dan Android, Nokia tetap mempertahankan sistem operasi Symbian yang dianggap kurang dinamis. Para petinggi Nokia menganggap penurunan penjualan produk Nokia hanya sementara dan akan naik kembali dalam waktu dekat. Masih banyak yang percaya, pasar Nokia yang sempat goyah akan kembali kokoh

Dalam kasus ini penyebab turunnya penjualan Nokia adalah faktor eksternal (persaingan pasar) karena kalah bersaing dengan produk-produk baru yang muncul dipasaran dan kurang menentukan strategi pemasarannya.

Mengapa Nokia Kalah Bersaing? Jika membandingkan antara Android dan Apple tentu secara keseluruhan masih di dominasi oleh brand smartphone berbasis Android. Kejayaan ponsel Android yang sekarang menjadi ponsel sejuta umat ini karena Android lebih dahulu menguasai pasar Smartphone. Sehingga peluang Nokia Lumia dengan Windows Phone nya akan sangat sulit menandingi kejayaan Android.

Jika membandingkan antara IOS dan Android, Apple memang menjual lebih sedikit produknya namun tetap bisa memperoleh keuntungan dan mendapat margin lebih dari penjualan melalui jaringan Ritel Apple Store. Dengan keseluruhan operasinya Google tetap lebih memimpin dilihat dari segi profit.

Nokia tak mampu mengatasi ketertinggalan dalam kompetisi di industri ponsel pintar. Selama beberapa tahun lamanya, Nokia tidak mengantisipasi keinginan pasar, bahkan mengabaikannya. Dalam era teknologi seperti sekarang, Nokia tidak melakukan inovasi secara konstan, karena itu sangat wajar jika akhirnya konsumen ”menghukum” Nokia.

Setelah Microsoft mengakusisi Nokia tahun 2013, sebenarnya Microsoft berharap penjualan akan bangkit kembali. Namun, momentum emas sudah hilang. Nokia yang berganti sistem operasi menjadi Windows Phone tak mampu mengejar pesaingnya.

Pelajaran yang bisa dipetik dari lenyapnya brand Nokia adalah setiap perusahaan tetap harus dinamis dan mengantisipasi setiap perkembangan pasar. Sebaiknya perusahaan Nokia melakukan penetrasi pasar dan pengembangan produk yang lebih agresif dengan melakukan penyempurnaan produknya dengan disertai marketing yang tepat.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s