Psikologi Manajemen: Masalah MSDM

Nama : Febriana Denovinsa

NPM : 14514114

Kelas : 3PA11

Masalah manajemen sumber daya manusia dalam perusahaan

KASUS 1 Masalah Organisasi

Konflik karyawan di Freeport Indonesia

JAKARTA, RIMANEWS – Konflik antar karyawan di Freeport dinilai bakal mempengaruhi produksi tambang emas yang tahun lalu mencapai 1,79 juta ounce. Perusahaan tambang asal AS itu mesti segera mencari solusi.

Pemerintah meminta PT Freeport Indonesia (PT FI) dan karyawan duduk bersama mencari solusi untuk mengatasi aksi mogok kerja. Dengan demikian, aksi yang melibatkan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) itu bisa diselesaikan dan tidak mengganggu proses produksi perusahaan yang beroperasi di dataran tinggi Mimika, Papua tersebut.

“Kami meminta Freeport menyelesaikan masalah segera. Perusahaan dan pekerja harus duduk bersama dan membicarakan solusi. Ini cara terbaik untuk mencari jalan keluar,” ujar Dirjen Mineral dan Batubara (Minerba) Kemen­terian Energi dan Sumber Daya Mineral Thamrin Sihite dengan nada kesal di Jakarta, kemarin.

Bekas Wakil Ketua Umum Kadin bidang Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Herman Afif menambahkan, Freeport harus segera menyelesaikan konflik ini agar tidak menjalar ke aspek lain, seperti produksi. “Manajemen harus memperhatikan kewajibannya terhadap karyawan dan sebaliknya karyawan diharapkan dapat menunjukkan tanggung jawabnya, tidak hanya sekedar menuntut haknya. Kedua pihak harus saling transparan dengan menjalin hubungan yang saling menguntungkan,” saran Herman.

Menurutnya, track record (rekam jejak) Freeport sudah menunjukkan kebaikan dari sisi upah. Jika dibandingkan perusahaan tambang lainnya, upah di Freeport tergolong tinggi. “Jika setiap perusahaan tambang bergejolak akan mempengaruhi kedua pihak. Di satu sisi, perusahaan butuh karyawan. Di sisi lain, karyawan jika tidak bekerja di sana, mau kerja di mana lagi,” lanjutnya.Anggota Komisi VII DPR Satya Wira Yudha meyakini, aktivitas produksi akan terganggu selama aksi mogok kerja ini belum bisa diselesaikan. Dalam jangka panjang, ribuan pekerja yang secara bersama-sama mogok akan berpotensi mengurangi pendapatan negara dari segi pajak dan royalty. Iklim investasi di bidang pertambangan juga akan terganggu.

Untuk itu, dia meminta manajemen terbuka menyampaikan hal teknis yang menyangkut upah karyawan. Sehingga bisa dibandingkan, apakah upah yang diberikan sudah sesuai dengan standar upah minimum yang ditetapkan Kementerian Tenaga Kerja. Sebanyak 8.000 karyawan Freeport mogok kerja karena manajemen Freeport Indonesia dianggap tidak bersedia membuka ruang untuk mengadakan perundingan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) dengan Pengurus Unit Kerja Serikat Pekerja Kimia, Energi dan Pertambangan SPSI PT Freeport Indonesia.

Namun, juru bicara Freeport Ramdani Sirait mengatakan, perusahaan telah berusaha untuk memulai perundingan PKB untuk periode 2 tahun ke depan yang akan dimulai pada Oktober 2011. Namun, pimpinan serikat pekerja tidak bertemu dengan perusahaan karena terjadinya kerancuan mengenai perubahan kepemimpinan dalam serikat. Berbeda dengan Ramdani, salah satu pengurus SPSI Freeport Indonesia Virgo Solossa mengatakan, sekitar 8.000 karyawan yang melakukan aksi mogok kerja itu merupakan karyawan daerah produksi, pengoperasian pabrik dan pengapalan, sehingga saat ini semua kegiatan itu terkendala. “Kegiatan produksi masih ada, tapi kebanyakan yang melakukan itu para pimpinan (manajemen). Alat-alat beratnya tidak beroperasi,” ujarnya.Pada 2010, produksi tembaga Freeport di Papua tercatat sebesar 1,22 miliar pon, turun dari 1,41 miliar pon pada 2009. Produksi emas pada 2010 berkurang menjadi 1,79 juta ounce dari 2,57 juta ounce pada 2009.

Analisa dan solusi

Berdasakan tulisan diatas, aksi mogok kerja yang dilakukan 8000 karyawan Freeport tersebut karena manajemen Freeport Indonesia dianggap tidak bersedia membuka ruang untuk mengadakan perundingan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) dengan Pengurus Unit Kerja Serikat Pekerja Kimia, Energi dan Pertambangan SPSI PT Freeport Indonesia. Namun, juru bicara Freeport Ramdani Sirait mengatakan, perusahaan telah berusaha untuk memulai perundingan PKB untuk periode 2 tahun ke depan yang akan dimulai pada Oktober 2011. Dari pengakuan tersebut jelas terlihat ada perbedaan pendapat dari kedua belah pihak. Solusi dari permasalahan ini adalah dengan mempertemukan kedua pihak yang terkait. Perusahaan dan pekerja harus duduk bersama dan membicarakan masalah tersebut untuk menemukan jalan keluar. Manajemen harus memperhatikan kewajibannya terhadap karyawan dan sebaliknya karyawan diharapkan dapat menunjukkan tanggung jawabnya, tidak hanya sekedar menuntut haknya. Kedua pihak harus saling transparan dengan menjalin hubungan yang saling menguntungkan. Konflik seperti ini harus segera diselesaikan agar tidak menjalar ke aspek lain.

Tak perlu heran jika dalam suatu perusahaan terdapat bebagai macam konflik. Baik konflik antar karyawan, konflik antara atasan dan konflik antara karyawan dengan atasan. Ada beberapa faktor penyebab dari beberapa konflik tersebut, yaitu:

  • Perbedaan individu, yang meliputi perbedaan pendirian dan perasaan.
  • Perbedaan latar belakang.
  • Kebudayaan sehingga membentuk pribadi-pribadi yang berbeda.
  • Perbedaan kepentingan antara individu atau kelompok.
  • Perubahan-perubahan nilai yang cepat dan mendadak dalam masyarakat.

Konflik juga dapat berkembang karena berbagai sebab, antara lain sebagai berikut:

  • Batasan pekerjaan yang tidak jelas
  • Hambatan komunikasi
  • Tekanan waktu
  • Standar, peraturan dan kebijakan yang tidak masuk akal
  • Pertikaian antar pribadi
  • Perbedaan status
  • Harapan yang tidak terwujud

Konflik tersebut dapat dicegah atau dikelola dengan:

  1. Disiplin

Mempertahankan disiplin dapat digunakan untuk mengelola dan mencegah konflik. Manajer utama atau pemilik perusahaan harus mengetahui dan memahami peraturan-peraturan yang ada dalam organisasi. Jika belum jelas, mereka harus mencari bantuan untuk memahaminya.

  1. Pertimbangan Pengalaman dalam Tahapan Kehidupan

Konflik dapat dikelola dengan mendukung manajer utama atau pemilik untuk mencapai tujuan sesuai dengan pengalaman dan tahapan hidupnya. Misalnya manajer junior yang berprestasi dapat dipromosikan untuk mengikuti pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, sedangkan bagi manajer senior yang berprestasi dapat dipromosikan untuk menduduki jabatan yang lebih tinggi.

  1. Komunikasi

Suatu Komunikasi yang baik akan menciptakan lingkungan yang terapetik dan kondusif. Suatu upaya yang dapat dilakukan manajer untuk menghindari konflik adalah dengan menerapkan komunikasi yang efektif dalam kegitan sehari-hari yang akhirnya dapat dijadikan sebagai satu cara hidup.

  1. Mendengarkan secara aktif

Mendengarkan secara aktif merupakan hal penting untuk mengelola konflik. Untuk memastikan bahwa penerimaan para manajer perawat telah memiliki pemahaman yang benar, mereka dapat merumuskan kembali permasalahan para pegawai sebagai tanda bahwa mereka telah mendengarkan.



 



KASUS 2 Masalah Pekerjaan dan Profesional

Karyawan yang sering datang terlambat

Seorang karyawan dengan sengaja tiap hari datang terlambat ke kantor. Dan tak tanggung-tanggung, sekitar 90 menit ketelatannya. Katanya, ia yakin dari kebiasaannya itu, gajinya tak akan dipotong karena perusahaan menganut “all-in”, dimana hanya ada gaji pokok. Jika frekuensi datang terlambatnya wajar, misalnya dalam satu bulan, karyawan tersebut datang terlambat sebanyak 1 sampai dengan 2 kali saja. Tapi jika dalam satu bulan bisa datang terlambat lebih dari 3 kali, tentu harus segera diambil tindakan tepat untuk karyawan tersebut sebelum nantinya memberikan pengaruh buruk kepada karyawan lainnya. Nah, perilaku ini yang dikhawatirkan orang HR atau supervisor akan menular kepada para rekannya, yang juga berakibat menggangu produktivitas.

Pengaruh buruk yang bisa muncul dari kebiasaan datang terlambat seorang karyawan adalah kemarahan karyawan lainnya kepada karyawan yang suka datang terlambat yang pada akhirnya akan membuat suasana kerja menjadi tidak kondusif. Selain itu, jika kebiasaan datang terlambat seorang karyawan dibiarkan saja, maka bisa juga menular kepada karyawan lainnya yang sebelumnya disiplin dengan waktu kerja. Karyawan yang sebelumnya disiplin akan berpikiran :” si A datang terlambat tidak ada masalah, jadi saya pun tak apa datang terlambat”.

Hal lainnya yang paling penting adalah jika seorang HR atau supervisor tidak pernah menegur atau memberikan sanksi kepada karyawan yang suka datang terlambat, maka karyawan tersebut akan mengganggap remeh supervisornya. Bahkan bisa jadi kepada karyawan lain, karyawan ini akan mengatakan “Supervisor D tidak berani menegur saya apalagi memecat saya, karena kalau saya keluar, tidak ada yang bisa menggantikan posisi saya”.

Analisa dan solusi

Datang tepat waktu ke kantor merupakan cerminan profesionalisme karyawan dan tentu saja membuat kesan positif di mata rekan kerja dan atasan. Namun terkadang ada saja hal-hal tertentu yang menyebabkan karyawan telat datang ke kantor, seperti sulit bangun untuk pagi atau terkadang kemacetan di jalan, bahkan ada pula yang memang sengaja terlambat datang seperti kasus diatas.

Berikut adalah beberapa hal yang bisa dilakukan sebagai solusi dalam mengatasi karyawan yang sering datang terlambat:

  1. Ajak duduk dan bicara empat mata

Dengan mengajaknya duduk empat mata, karyawan tersebut akan bisa menyampaikan dengan nyaman apa alasan nya suka datang terlambat. Gali informasi dari nya lebih dalam dan detail sambil kita perhatikan cara bicara dan bahasa tubuhnya. Kita bisa tau apa yang dikatakannya benar atau bohong dengan melihat cara bicara dan bahasa tubuh nya. Jika kemudian karyawan tersebut sudah menguraikan alasannya, buatlah solusi yang baik untuk nya, misalnya karyawan tersebut suka terlambat jika masuk pagi karena di tempat tinggal nya jarang dilalui angkutan umum di pagi hari dan karyawan tersebut tidak memiliki sepeda motor sehingga sering datang terlambat jika masuk shift pagi. Maka supervisor bisa memberi kebijakan dengan membuat jadwal masuk pagi yang lebih sedikit dalam satu bulan.

  1. Berikan surat peringatan (SP)

Surat peringatan bisa diberikan kepada karyawan jika kemudian setelah disolusikan dengan mengurangi jadwal masuk pagi nya, ternyata karyawan tersebut juga terlambat saat masuk shift midle atau shift sore. Sudah bisa disimpulkan bahwa karyawan bersangkutan hanya mencari-cari alasan dan sudah saat nya supervisor memberikan surat peringatan 1 (SP1). SP1 berlaku selama 3 bulan. SP1 juga mengahapuskan fasilitas tunjangan tertentu yang diberikan perusahaan kepada karyawan sebagai efek jera. Jika dalam masa SP1 karyawan bersangkutan kembali mengulangi kesalahannya, maka supervisor bisa meningkatkannya menjadi SP2 yang juga berlaku selama 3 bulan.

  1. Berhentikan karyawan yang suka datang terlambat

Jika dalam masa SP2 karyawan tersebut mengulang kesalahan nya lagi, maka sudah waktu nya supervisor memanggil karyawan tersebut untuk memberhentikan nya baik secara lisan maupun tertulis. Sampaikan dengan cara yang baik perihal pemberhentiannya karena masalah keterlambatannya yang sudah tidak bisa di toleransi perusahaan. Jangan lupa tetap sampaikan terima kasih atas kerja sama nya selama bekerja.

Melalui proses di atas, maka karyawan bersangkutan bisa menerimanya pemberhentiannya dengan baik. Dan bagi karyawan lain akan menjadi contoh untuk tidak mencoba datang terlambat. Supervisor yang tegas akan selalu dihormati karyawannnya, dengan catatatan supervisor tersebut juga bisa memberikan teladan yang baik dalam menjalankan aturan-aturan disiplin yang ada.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s