James Wan

james3

James Wan (lahir 27 Februari 1977) adalah produser film, penulis skenario dan sutradara film Australia keturunan Tionghoa Malaysia. Ia secara luas dikenal sebagai sutradara film horor Saw (2004). Wan juga telah menyutradarai Dead Silence dan Death Sentence (2007), Insidious (2010), The Conjuring, Annabelle, Insidious: Chapter 2 (2013), dan Furious 7 yang telah dirilis pada bulan April 2015.

FYI: Banyak sutradara idola saya, tetapi James Wan yang nomor 1. Alasan saya mengidolakan dia selain karena film-filmnya yang bagus adalah karena ia kelahiran Malaysia. Sebagai negara tetangga, saya berharap sekali Indonesia bisa memiliki sutradara atau sineas sehebat dia (khususnya dalam genre horror) yang bisa sukses di dunia perfilman Hollywood dan mancanegara. 🙂


 james2



BIOGRAFI
Nama Lengkap : James Wan
Tanggal Lahir : 27 Februari 1977
Tempat Lahir : Kuching, Sarawak, Malaysia.
Kebangsaan : Australia
Pekerjaan : Sutradara Film, produser film, dan penulis skenario
Aktif dari tahun 1999-sekarang






Awal Karir James Wan

James Wan lahir dari kedua orang tua Cina di Kuching, Sarawak Malaysia 27 Februari 1977. Keluarganya pindah dan menjadi warga negara Australia pada saat usianya 7 tahun. Sejak kecil James Wan sudah diperkenalkan oleh ibunya berbagai macam jenis film. Film pertama yang disaksikannya bersama ibunya adalah ‘Snow White and The Seven Dwarves’. Dan yang paling membekas diingatan Wan selagi kecil adalah film Jaws dan Poltergeist, karya sutradara revolusioner Steven Spielberg. Ketiga film itu, Snow White yang menurut Wan menyeramkan walaupun berupa kartun. Poltergeist, maupun Jaws sangat mempengaruhi James Wan yang secara tidak sengaja terarahkan ke film-film yang cenderung gelap. Maka karena hal itulah dirinya menyukai berbagai film yang menakutkan.

Memasuki usianya yang ke 17, James Wan melanjutkan studinya di Royal Melbourne Institute of Technology. Di tempat itulah Wan bertemu dengan Leigh Whannell. Mereka menjadi akrab satu sama lain karena kesamaan dan ketertarikan terhadap film dan berkeinginan membuat tipe film yang mereka sukai. Keakraban itu mereka lanjuti dengan menulis beberapa naskah secara rahasia dan sembunyi sembunyi.

james wan and leigh whannell

James Wan and Leigh Whannell

TorTIFF317

Leigh Whannell (Kiri) dan James Wan (Kanan)

Tahun 2000, James Wan mulai unjuk diri didunia perfilman. Bersama Shannon Young, Wan membuat film panjang berjudul “Stygian”. Film ini mendapat penghargaan di ajang Melbourne Underground Film Festival (MUFF). Seakan berjodoh, tahun 2001 Wan kembali berkolaborasi dengan sahabat karibnya Leigh Whannell membuat naskah yang nantinya akan membawa mereka masuk ke dalam industri perfilman Hollywood.

SAW bermula dari sebuah naskah yang ditulis oleh James Wan dan Leigh Whannell yang dikerjakan mereka berdua selama kurang lebih 2 tahun lamanya. Seorang agensi di Hollywood melalui manajer mereka di Australia membaca naskah tersebut, menyukainya dan ingin bertemu dengan Wan dan Whannell. Mendengar reaksi tersebut, muncul ide untuk menyutradarai sendiri naskah yang mereka tulis itu lalu ditunjukan bahwa mereka mampu membuatnya dalam bentuk film. Dengan durasi 5 menit, film pendek SAW mengejutkan Ken, si agensi. Tidak berapa lama, Ken langsung mengirim naskah dan film pendek SAW tersebut ke beberapa studio di Hollywood.

Sejarah pun dimulai. Melalui perjalanan yang cukup panjang, tahun 2003 naskah SAW akhirnya mulai diproduksi untuk dijadikan sebuah film. Di produseri oleh Evolution Entertainment yang kemudian berubah label menjadi rumah produksi yang menghasilkan film bergenre horror “Twisted Pictures”, James Wan dan Leigh Whennell mendapat budget produksi sebesar 1 sampai 2 juta dollar Amerika dan 18 hari untuk proses pengambilan gambar. Suatu jumlah yang amat kecil dan singkat dalam membuat sebuah film panjang. Dari sinilah kemampuan beradaptasi James Wan terlihat.

Di film SAW inilah James Wan dan Leigh Whannel terlibat penuh dalam proses pembuatan, Whannell menjadi aktor yang berperan sebagai Adam Faulkner -Stanheight, sedangkan Wan sebagai sutradara. Kerja keras dan perjuangan serta kecintaannya terhadap film membuahkan hasil yang cukup manis. Saat di tunjukan pertama kali kepada publik di Sundance Film Festival 19 Januari 2004, SAW mendapat pujian. Begitu juga pada saat diputar di penutupan di Toronto International Film Festival 18 September 2004, SAW mendapat review positif dari para penonton. Melihat reaksi yang mengejutkan itu, Lions Gate yang memegang hak distribusi SAW di seluruh dunia langsung berkeputusan menayangkannya di bioskop pada minggu holloween, padahal sebelumnya pihak Lions Gate berencana akan memasarkannya melalui bentuk Home Video.

SAW langsung menjadi fenomena. Dengan kesederhanaan tampilannya, film ini mampu membuat penontonnya tak bergeming di kursi bioskop . Bahkan ending di film ini sangatlah mengejutkan. AMC (American Movie Classics) pun menyatakan bahwa SAW memiliki twist ending terbaik. Meskipun banyak mendapat pujian, SAW tidak luput dari cercaan dari para kritikus film. Keberagaman pendapat terhadap SAW, membuat film itu mencapai status cult. SAW juga menjadi pelopor gerakan film indie yang menggunakan satu tempat dengan twist diakhir ceritanya. Karena keintensan filmnya, Wan dimasukkan ke kelompok tak resmi Splat Pack oleh sejarawan film Alan Jones di majalah Total Film. Splat Pack adalah kumpulan sutradara yang membuat film-film brutal penuh kekerasan yang anggota lainnya adalah Alexander Aja, Darren Lynn Bousman, Neil Marshall, Greg Mclean, Eli Roth, Leigh Whanell dan Rob Zombie.

Tidak berpuas diri setelah mendapat pujian, James Wan lalu memproduseri sequel SAW. Namun dalam perkembangannya Wan merasa kecewa karena cerita SAW berubah jauh dari visinya dan Whannell sebelumnya. Bermula hanya ingin menunjukan sedikit darah, sekuel SAW menjadi penuh dengan adegan penyiksaan dan darah. Bahkan seri SAW memunculkan istilah ‘Torture Porn’ ke sub genre film horror. Di sekuel nya ke 5, James Wan turun dari kursi produser dan tidak ikut campur dalam pembuatannya.

Tahun 2007, James Wan kembali berkolaborasi dengan sahabat karibnya, Leigh Whannell dalam membuat film horror ‘Death Sentence’. Sebelum proyek itu dikerjakannya, Wan menyutradayrai film horror ‘Death Silence’. Kedua film itu ditanggapi hambar oleh publik.

Para pencinta filmpun mulai memperhatikan kembali sepak terjang James Wan dan Leigh Whannell ketika mereka menunjukan pertama kalinya kepada publik karya kolaborasi mereka yang ke 3, INSIDIOUS di program MIDNIGHT MADNESS di TORONTO FILM FESTIVAL 2010.

INSIDIOUS menampilkan ke publik teknik baru bercerita di genre film horror Hollywood, pelan, minim darah dan permainan cahaya itu berhasil secara pendapatan Box Office dan mendapat review positif. Tidak berlama lama, tahun 2012 James Wan dan Leigh Whennell kembali membuat film setipe dengan INSIDIOUS. THE CONJURING, film berdasarkan kisah nyata tersebut menceritakan pasangan suami istri paranormal, Ed dan Lorainne Warren dalam mengusir roh jahat. THE CONJURING kembali sukses dipasaran. Saat diperlihatkan kepada publik Juli 2013, kritikus banyak memujinya. INSIDOUS sukses dipasaran. Tidak lah mengherankan jika sequelnya segera dibuat. Kekecewaan James Wan terhadap pengembangan sekuel SAW membuat dirinya tak ingin membiarkan dunia INSIDIOUS yang sudah ia ciptakan bersama sahabatnya dirusak oleh pihak lain, maka di INSIDIOUS : Chapter 2, James wan dan Leigh Whennell kembali berkolaborasi mengembangkan cerita keluarga Lambert dalam melawan roh jahat.

Meski membuat film horor, banyak orang yang menilai Wan sebagai sosok yang pemberani, Wan sendiri mengaku bukan pemberani. Dalam sebuah wawancara dengan Variety, Wan mengatakan, Sebenarnya dia sangat takut dengan hal-hal yang menyeramkan.

James Wan in Conjuring

James Wan in “The Conjuring”

Filmography James Wan
filmography

(Data diperoleh April 2015) Filmography James Wan masih terus bertambah hingga sekarang…



james1



Media sosial James Wan

Twitter & Instagram : @creepypuppet
Facebook : facebook.com/creepypuppet






Sumber:
http://en.wikipedia.org/wiki/James_Wan
http://aviaalviolita.blogspot.com/2014/11/biografi-james-wan.html

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s