Fakta Tentang Mimpi Dalam Film Inception

Inception

A dream within a dream.

inception level

Bagi yang sudah pernah menonton Inception pasti mengerti apa maksud foto diatas.

Film ini termasuk salah satu film karya Christopher Nolan favorit saya, selain Memento (2000). Inception dirilis tahun 2010, tapi saya baru menontonnya tahun ini (2014) pada saat ditayangkan di salah satu stasiun televisi swasta. Karena filmnya yang begitu luar biasa brilliant, saya memutuskan untuk memasukkan film ini dalam daftar DVD koleksi saya. DVD originalnya cukup sulit dicari (yah maklum karena termasuk film yang sudah lama, rilis 4 tahun lalu), dan beruntungnya saya masih bisa menemukannya terpajang di toko kaset. Padahal saya bukan termasuk orang yang suka film bergenre ‘Science-Fiction’, saya lebih menggemari film horror. Namun film ini berhasil memukau saya dengan audio dan visual effectnya, serta alur ceritanya yang sangat jenius (membutuhkan konsentrasi dan intelektualitas tinggi).

Inception, merupakan sebuah film cerdas karya Christopher Nolan. Dibutuhkan konsentrasi ekstra untuk memahami setiap scene yang disuguhkan Sang Sutradara jenius. Inception memiliki plot bertingkat, memvisualisasikan setiap tingkatan mimpi seperti yang ada dalam fiksi ilmiah. Karya Christopher Nolan ini mendapatkan banyak pujian dari berbagai kalangan karena kecerdasannya meracik plot, dan teknik sinematografi yang mengagumkan.

Selain cerita yang dibilang kritikus ‘Insanely Amazing!’ grafis dan teknik sinematografi yang ditampilkan Nolan sungguh memanjakan mata penonton untuk tidak beranjak dari tempat duduk. Apalagi pemilihan cast yang pas semakin mendukung plot cerita unik nan kreatif yang dihadirkan Nolan. Jadi untuk yang belum nonton tunggu apalagi? Grab your popcorn and watch this!

Really recommended to be watch and don’t forget to pay full attention. 🙂


THE FACT :

Beberapa hal yang benar-benar terjadi selama kita tidur/bermimpi seperti dalam film Inception yang dapat saya simpulkan, yaitu:

– Apa yang terjadi di luar tubuh kita saat tertidur terkadang mepengaruhi mimpi kita. Seperti di film, saat Cobb tidur tubuhnya dijatuhkan ke air dan di dalam mimpinya ada banjir yang melandanya. Biasanya saya juga demikian, saat ada alarm lagu berbunyi, dalam mimpi seolah terdengar suara lagu juga. Atau ada orang di sekitar yang berbicara sehingga pembicaraan tersebut terproyeksi dalam mimpi.

– Umumnya kita tidak tahu bagaimana awal mulanya mimpi terjadi, tetapi saat sadar tiba-tiba kita sudah berada di tengah mimpi.

– Waktu dalam mimpi terasa lebih lama. Ketika kalian sudah merasa bermimpi selama satu jam, padahal kalian baru tidur beberapa menit saja.

– Mimpi mempunyai level/tingkatan. Kalian bisa tertidur pulas di dalam mimpi dan mempunyai mimpi lagi di dalam mimpi.

– Ada 2 cara yang bisa membangunkanmu dari mimpi:

  1. Mati di dalam mimpi. Tidak perlu khawatir, biasanya ini akan membuatmu bangun ke satu level mimpi diatas.
  2. Dalam film disebut sebagai ‘The kick’, yaitu sensasi/perasaan terjatuh. Misalnya saat sedang berjalan di jembatan dan tiba-tiba kayu pijakan patah, kaki terjeblos dan seolah akan jatuh ke dalam sungai atau jurang. Seketika itu pula kita langsung kaget dan terbangun.

Selain pendapat pribadi saya di atas, saya juga menemukan fakta menarik tentang mimpi dalam film Inception yang saya terjemahkan dari www.huffingtonpost.com

  1. Apakah waktu diubah dalam mimpi kita?

Apakah waktu mempercepat di dalam mimpi sehingga 10 menit “luar” menjadi satu jam selama mimpi? Ya, tapi tidak seperti dalam film, di mana waktu geometris dan betulan mengembang dengan kedalaman mimpi itu. Kita dapat melakukan jauh lebih banyak lagi. Dalam alam mimpi waktu yang tak terbatas mungkin dapat terjadi hanya dalam hitungan detik waktu yang di “luar”.

  1. Apa jenis dari mimpi yang terjadi di Inception?

Tidak banyak dari Anda atau saya yang mungkin mengenali. Dalam Inception, orang-orang segera dibius ke desainer mimpi yang tampak tidur REM. Akan tetapi, pada hakekatnya sekarang ini obat penenang menahan REM, sementara obat desainer di Inception juga meniadakan efek nyata dari REM.

*REM = Rapid Eye Movement

  1. Apakah membangun mimpi dari memori seseorang berbahaya?

Tidak, hanya diperlukan. Tidur REM adalah pengendali kritis perkembangan otak, dan benar-benar membangun kembali otak. Sebagai film garapan dibangun dari film-film lama, begitu juga REM dan tahap lain dari tidur remix informasi baru dengan kenangan lama, membentuk bagian besar dari identitas kita. Sama seperti di film-film fiksi ilmiah, kita bangun setiap pagi dengan kenangan yang berbeda daripada orang yang pergi tidur.

  1. Apakah lapisan setelah lapisan mimpi yang ada dalam Inception terjadi pada orang normal?

Ya. Hal ini luar biasa untuk orang memimpikan dirinya di dalam mimpi yang lain. Kenyataannya, pelapisan mimpi seperti itu mungkin menjadi serumit memahami alur cerita Inception. Mimpi di dalam mimpi di dalam mimpi.

  1. Bisakah seseorang masuk ke dalam mimpi orang lain dan mengubahnya?

Secara ilmiah, tidak. Kecuali Anda seorang yogi mimpi asal Tibet atau dukun setempat.

  1. Apakah mustahil untuk menempatkan muatan ke mimpi orang lain?

Tidak. Hal ini terjadi sepanjang waktu – sadar.

  1. Bisakah orang menjadi kecanduan pada mimpi mereka?

Dapatkah orang menjadi kecanduan mimpi mereka? Jawabannya adalah tidak, walaupun beberapa pengidap gangguan jiwa tidak bisa membedakan antara mimpi dan kenyataan.

  1. Apakah adegan ‘The Matrix-esque’ meniadakan gravitasi itu realistis?

Ya. Di REM mimpi, akal pikiran akan dimatikan, dan kita bisa melakukan dan pergi ke mana pun dalam ruang dan waktu – salah satu alasan 99 persen orang terbang dalam mimpi mereka.

  1. Bisakah ‘The Lucid Dreaming’ seperti di “Inception” mengambil alih mimpi orang lain?

Tidak. Namun, mereka dapat mengambil alih dan mengendalikan mereka sendiri. Bahkan, sutradara-penulis Nolan telah mengalami lucid dreaming sejak ia berusia 16.

*Lucid Dream

Apa yang dapat Anda lakukan dengan mimpi Anda?

Banyak – Anda bisa pre-mimpi terlebih dahulu. Coba lakukan ini:

  1. Tuliskan, mimpi favorit atau pengalaman dalam tiga sampai empat kalimat.
  2. Tambahkan dua kalimat yang membuat ulang mimpi itu menjadi seperti yang Anda inginkan.
  3. Visualisasikan mimpi baru tiga sampai empat kali sehari semenit setiap waktu.

Manusia dan Cinta Kasih

A. Pengertian  Cinta Kasih

Menurut kamus umum bahasa Indonesia, cinta adalah rasa sangat suka kepada ataupun rasa sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan kasih artinya perasaan sayang atau cinta kepada atau menaruh belas kasihan. Dengan demikian arti cinta kasih hampir bersamaan, sehingga kata kasih memperkuat rasa cinta.

Walaupun cinta kasih mengandung arti hampir bersamaan, namun terdapat perbedaan juga antara keduanya, cinta lebih mengandung pengertian mendalamnya rasa, sedangkan kasih lebih keluarnya; dengan kata lain bersumber dari cinta yang mendalam itulah kasih dapat diwujudkan secara nyata.

Cinta memegang peranan penting dalam kehidupan manusia, sebab cinta merupakan landasan dalam kehidupan perkawinan, pembentukan keluarga dan pemeliharaan anak, hubungan yang erat di masyarakat dan hubungan manusiawi yang akrab. Demikian pula cinta adalah pengikat yang kokoh antara manusia dengan Tuhannya sehingga manusia menyembah Tuhan dengan ikhlas mengikuti perintah-Nya.

Pengertian tentang cinta dikemukakan juga oleh Dr. Sarlito W. Sarwono. Dikatakannya bahwa cinta memiliki tiga unsur yaitu keterkaitan, keintiman dan kemesraan. Yang dimaksud dengan keterkaitan adalah adanya perasaan untuk hanya bersama dia, segala prioritas untuk dia, tidak mau pergi bersama orang lain kecuali dengan dia. Kalau janji dengan dia harus ditepati. Unsur yang kedua adalah keintiman, yaitu adanya kebiasaan-kebiasaan dan tingkah laku yang menunjukkan bahwa antara anda dengan dia sudah tidak ada jarak lagi. Panggilan-panggilan formal seperti bapak, ibu, saudara digantikan dengan sekedar memanggil nama atau sebutan:sayang dan sebagainya. Unsur yang ketiga adalah kemesraan, yaitu adanya rasa ingin membelai atau dibelai, rasa kangen kalau jauh atau lama tidak bertemu, adanya ucapan-ucapan yang rnengungkapkan rasa sayang, dan seterusnya.

Berdasarkan “Triangular Theory of Love” disebutkan beberapa bentuk-bentuk (wajah) cinta, yaitu :

  1. Menyukai (liking) atau pertemanan karib (friendship), yang cuma memiliki elemen intimacy. Dalam jenis ini, seseorang merasakan keterikatan, kehangatan, dan kedekatan dengan orang lain tanpa adanya perasaan gairah/nafsu yang menggebu atau komitmen jangka panjang.
  1. Tergila-gila (infatuation) atau pengidolaan (limerence), hanya memiliki elemen passion. Jenis ini disebut juga Infatuated Love, seringkali orang menggambarkannya sebagai “cinta pada pandangan pertama”. Tanpa adanya elemen intimacy dan commitment, cinta jenis ini mudah berlalu.
  1. Cinta hampa (empty love), dengan elemen tunggal commitment di dalamnya. Seringkali cinta yang kuat bisa berubah menjadi empty love, yang tertinggal hanyalah commitment tanpa adanya intimacy dan passion. Cinta jenis ini banyak dijumpai pada kultur masyarakat yang terbiasa dengan perjodohan atau pernikahan yang telah diatur (Era Siti Nurbaya dan Datuk Maringgih?)
  1. Cinta romantis (romantic love). Cinta jenis ini memiliki ikatan emosi dan fisik yang kuat (intimacy) melalui dorongan passion.
  1. Cinta persahabatan sejati (companionate love). Didapatkan pada hubungan yang telah kehilangan passion tetapi masih memiliki perhatian dan intimacy yang dalam serta commitment. Bentuk cinta seperti ini biasanya terjadi antar sahabat yang berlawanan jenis.
  1. Cinta semu (fatuous love), bercirikan adanya masa pacaran dan pernikahan yang sangat bergelora dan meledak-ledak (digambarkan “seperti angin puyuh”), commitment terjadi terutama karena dilandasi oleh passion, tanpa adanya pengaruh intimacy sebagai penyeimbang.
  1. Cinta sempurna (consummate love), adalah bentuk yang paling lengkap dari cinta. Bentuk cinta ini merupakan jenis hubungan yang paling ideal, banyak orang berjuang untuk mendapatkan, tetapi hanya sedikit yang bisa memperolehnya. Sternberg mengingatkan bahwa memelihara dan mempertahankan cinta jenis ini jauh lebih sulit daripada ketika meraihnya. Sternberg menekankan pentingnya menerjemahkan elemen-elemen cinta ke dalam tindakan (action). “Tanpa ekspresi, bahkan cinta yang paling besar pun bisa mati” kata Sternberg.

Non Love, adalah suatu hubungan yang tidak terdapat satupun dari ketiga unsur tersebut. hanya ada interaksi namun tidak ada gairah, komitmen, ataupun rasa suka.

B. Cinta menurut ajaran agama

  • Cinta diri

Mencintai segala sesuatu yang baik pada dirinya, dan sebaliknya dia membenci sesuatu yang dapat menghalangi dirinya.

  • Cinta kepada sesama manusia

Agar dapat hidup dengan penuh kesabaran dan keharmonisan dengan sesama manusia, tidak boleh tidak ia harus membatasi cintanya pada diri sendiri dan egoismenya. Pun hendaknya ia menyeimbangkan cintanya itu dengan cinta dan kasih sayang pada orang-orang lain, bekerja sama dengan dan memberi bantuan kepada orang lain.

  • Cinta seksual

Dorongan cinta seksual yaitu suatu fungsi penting untuk malahirkan keturunan demi kelangsungan jenis, maka dari dorongan cinta seksual tersebut terbentuklah keluarga. Hal tersebut merupakan emosi alamiah dalam diri manusia yang tidak diingkari, tidak ditentang ataupun ditekannya. Namun, dalam ajaran agama islam pengendalian dan penguasaan cinta ini dengan cara yang sah yaitu, dengan perkawinan.

  • Cinta kepada Tuhan

Cinta yang ikhlas seorang manusia kepada Tuhan akan membuat cinta itu menjadi kekuatan pendorong yang mengarahkannya dalam kehidupannya dan menundukkan semua bentuk kecintaan lainnya. Cinta ini pun juga akan membuatnya menjadi seorang yang cinta pada sesama manusia, hewan, semua makhluk ciptaan Tuhan dan seluruh alam semesta. Sebab dalam pandangannya semua wujud yang ada di sekelilingnya mempunyai manifestasi dari Tuhannya yang membangkitkan kerinduan-kerinduan spiritualnya dan harapan kalbunya.

C. Pemujaan

Pemujaan adalah salah satu manifestasi cinta manusia terhadap Tuhannya yang diwujudkan dalam bentuk ibadah. Kecintaan manusia kepada Tuhan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Hal ini karena pemujaan kepada Tuhan adalah inti, makna kehidupan yang sebenarnya, sebabnya Tuhan lah yang menciptakan alam semesta. Pemujaan manusia sebenarnya ingin berkomunikasi dengan Tuhannya.

D. Kasih sayang

Menurut kamus umum bahasa indonesia W.J.S Purwodarmito kasih sayang diartikan dengan perasaan sayang atau cinta kepada seseorang.Kasih sayang ini merupakan pertumbuhan dari cinta. Kasih sayang ada dua bentuk yaitu, kasih mengasihi atau saling menumpahkan kasih sayang, Kasih sayang juga dasar komunikasi dari keluarga.

Kata kasih dan sayang itu mengandung pengertian yang sangat luas. Dan yang pasti setiap insan manusia perlu tahu dan mengerti apa makna kasih sayang yang sebenarnya, sekaligus memilikinya di dalam sanubari. Seseorang akan terlanda kekeringan jiwa jika hidup tanpa memiliki kasih maupun sayang. Apapun yang terjadi, pasti dia akan selalu ingin cintai sekaligus mencintai orang lain. Dari pertama kali lahir di dunia sampai ajal menjemput.

Yang dimaksud dengan kasih dan sayang di sini bukan sekadar hubungan cinta atau asmara antara seorang laki-laki dan perempuan saja. Namun lebih bersifat universal. Sehingga hal ini bisa terjadi terhadap sahabat, saudara, keluarga dan lain-lain. Dan yang perlu ditekankan adalah, bahwa kasih dan sayang yang tulus itu selalu punya sifat yang ikhlas dan lebih banyak memberi daripada menerima. Kepentingan diri sendiri sering dinomor duakan demi memberi kebahagiaan pada orang yang dikasih dan disayanginya.

E. Kemesraan

Kemesraan berasal dari kata dasar mesra, yang artinya perasaan simpati yang akrab.kemesraan ialah hubungan yang akrab baik antara pria dan wanita yang sedang dimabuk asmara maupun yang sudah berumah tangga. Kemesraan pada dasarnya merupakan perwujudan kasih sayang yang mendalam. Kemesraan dapat menimbulkan daya kreativitas manusia. Dengan kemesraan orang dapat menciptakan berbagai bentu seni sesuai dengan kemampuan dan bakatnya.

Sumber:

http://octaviaberliana.blogspot.com/2013/10/tugas-ilmu-budaya-dasar-manusia-dan.html?m=1

http://malaimustika29.wordpress.com/2013/07/07/manusia-dan-cinta-kasih-2/

Hal-hal yang ‘selalu’ dan ‘tidak pernah’ gue lakukan selama sekolah

Sebelum gue mulai nulis blog, ada baiknya kalau gue ngenalin diri dulu kepada para pembaca. Gue akan membeberkan beberapa fakta selama gue sekolah. Setelah 12 tahun sekolah, sekarang gue mau menyimpulkan hal-hal apa saja yang terjadi dengan diri gue yang pada umumnya jarang atau hampir tidak pernah dialami oleh orang lain, silahkan disimak… 😉

Selalu:

1. Selalu masuk peringkat selama sekolah. Padahal gue sendiri nggak pernah merasa lebih pintar dari teman-teman gue di sekolah. Entahlah, tapi kenyataannya berkata lain.

Beginilah peringkat gue kalau ditulis

SD : 8 – 1 – 1 – 1 – 1 – 1

SMP : 1 – 1 – 1

SMA : 6 – 5 – 3

2. Waktu pertama kali masuk SD – SMP – SMA gue selalu di pertemukan teman baru. Nggak pernah ada teman lama (satu sekolah yang dulu) diterima bareng satu sekolah lagi.

3. Gue dan teman-teman seangkatan selalu kena ‘percobaan’ sewaktu UN

SD : Angkatan yang pertama kali mengikuti UN

SMP : Angkatan yang pertama kali UNnya ada 5 paket (padahal sebelum-sebelumnya cuma 2 paket)

SMA : Angkatan yang pertama kali UN ber-Standar Internasional

4. Kalau bebas disuruh milih tempat duduk di kelas, gue selalu milih tempat duduk nomor 2 atau 3 dari depan. Gak mau duduk paling depan ataupun di belakang.

5. Selalu masuk sekolah negeri:

– SD Negeri Tugu 1 Depok

– SMP Negeri 251 Jakarta

– SMA Negeri 99 Jakarta

6. Biarpun gue termasuk gak milih-milih dalam bergaul, dan gue mau berteman dengan siapapun, tapi gue selalu dapet lingkungan teman-teman yang terbilang ‘anak baik-baik dan rajin’. Gue sendiri nggak tau kenapa?! Mungkin tipe orang pendiam seperti gue memang lebih pas/cocok di lingkungan seperti itu, dibanding bersama ‘anak gaul’. 😀

Tidak pernah:

1. Sejujurnya, gue nggak pernah ikut organisasi OSIS selama sekolah. Mungkin itu salah satu faktor yang membantu gue untuk mendapat nilai bagus karena gue benar-benar fokus untuk belajar. Tapi pengalaman berorganisasi gue jadi kurang.

2. Sama sekali nggak pernah bawa peralatan make-up ke sekolah (cermin, sisir, parfum, bedak, dan kawan-kawannya). Karena mindset gue ke sekolah untuk belajar, bukan buat gaya-gayaan.

3. Nggak pernah bolos 1 hari pun (karena gue merasa rugi dan takut ketinggalan pelajaran kalau 1 hari aja nggak masuk).

4. Nggak pernah terlambat masuk sekolah. Selain malu, gue juga males banget kalau dapet hukuman. Kalau SD berdiri di depan kelas. SMP disuruh bersih-bersih, ngepel atau nyapu. Dan di SMA gue, yang terlambat hukumannya lari nanjak di jalanan belakang sekolah. Huh -_-

Oke, gue ngaku pernah terlambat 1x waktu SMA kelas 10. Dan gue terlambat karena ban motor pecah di perjalanan. Sumpah itu gue panik sepanik-paniknya. Tapi gue telepon ke ortu di rumah, dan mereka telepon ke sekolah gue. Akhirnya gue boleh ikut pelajaran tanpa harus dihukum dulu. Dan gue masih inget, pelajaran pertama saat itu fisika. Beruntung gurunya baik, jadi gue boleh masuk kelas. Kalau nggak, ya nggak akan boleh (soalnya gue telat 1 jam).

5. Nggak pernah ikut bimbel atau les tambahan untuk persiapan UN. Tapi puji Tuhan, nilai gue selalu di atas rata-rata.

6. Di hari ulang tahun gue terbebas dari yang namanya ‘diceplokin’ telor. Karena di kalender nggak ada tanggal 29 Februari. Hehehe

7. Setelah lulus SMA gue nggak pernah ikut tes mana-mana (entah itu SBMPTN, Ujian Mandiri, Simak UI atau apapun itu namanya). Karena begitu gue dapet sms beasiswa dari Universitas Gunadarma, gue langsung ambil beasiswanya. Lagipula orang tua gue bilang kuliah dimana aja, sama aja. Tergantung dari mahasiswanya itu sendiri.

8. Sebenernya, selama sekolah gue belum pernah pacaran. Kalian kaget? Nggak apa-apa. Gue sendiri juga kaget. Gue aja baru nyadar pas ulang tahun ke-17 (dengan berpikir keras, mencari apa yang kurang dari hidup gue). Tapi selama ini gue santai aja menjalani hidup gue. Soalnya menurut gue pacaran itu bukan urusan yang ‘urgent’. Kalau ada ya udah, gak ada juga gak apa-apa. Gak ada tuh yang namanya galau seperti anak-anak jaman sekarang (SMP aja sudah pacaran. Huft). Mungkin mereka korban sinetron. Lagipula gimana gue bisa galau, kalau hobi gue:

– Dengerin lagu-lagu rock/heavy metal/gothic (Avenged Sevenfold, Slipknot, Disturbed, Incubus, Marilyn Manson, dkk)

– Nonton film-film horror/thriller/psychological/gore (SAW, Psycho, Killers, Hostel, Final Destination, Insidious, dan sejenisnya)

– Baca novel-novel tentang misteri pembunuhan

(Lihat sedirikan! Sama sekali gak ada romance/kisah percintaan)

Selain itu, gue berusaha untuk fokus ke pendidikan dan karir. Gue pernah denger kutipan ini (lupa dari siapa): Jodohmu akan semakin baik seiring dengan karirmu yang makin bagus pula. So, keep focus on your study and carrier guys! Berusahalah untuk memantaskan diri untuk pasangan hidupmu dan tentunya berdoa supaya diberikan yang terbaik 🙂

9. Gue nggak pernah dan nggak akan pernah mau nyoba rokok, alkohol/miras, atau obat-obatan terlarang apapun itu alasannya. Dan gue yakin di luar sana masih banyak koq perempuan baik-baik yang (sependapat dengan gue) anti dengan hal-hal semacam itu. Karena menurut gue pribadi, barang-barang seperti itu nggak ada gunanya, justru makin merusak tubuh (dan yang jelas buang-buang uang).

10. Waktu kelulusan sekolah, gue nggak pernah ikut corat-coret baju. (lebih baik disumbangin aja, masih banyak anak-anak yang mau sekolah tapi nggak punya uang untuk beli seragam)

Lainnya:

1. Gue pernah ikut UN susulan waktu SMP, untuk pelajaran hari pertama (Bahasa Indonesia) dan kedua (Matematika). Senin UN, tapi hari minggu malam seninnya gue malah masuk rumah sakit. Rasanya tuh nyesek dan nggak enak banget, disaat temen-temen yang lain sudah lega melewati UN, gue masih harus belajar. Tapi nggak apa-apa, itu buat pelajaran bagi gue walau sesibuk apapun waktu untuk belajar, gue harus tetap jaga kesehatan.

2. Baru terbiasa ngomong dengan kata ‘gue’ dan ‘lu’ waktu SMA. Sebelum-sebelumnya ‘aku’ ‘kamu’. Heran kan? Padahal kalo liat anak-anak sekarang yang PAUD aja ngomong sama temennya udah pake ‘gue’ ‘lu’. Mungkin, gue udah terbiasa berbicara di lingkungan keluarga dengan bahasa yang baik dan benar. Mungkin. Haha 😀

Terima kasih sudah bersedia meluangkan waktu untuk membaca postingan abstrak ini. Sekian ^_^